6 Vitamin dan Mineral Pendongkrak Daya Tahan Tubuh

Selain vitamin C, terdapat vitamin dan mineral lain yang mendukung produksi antibodi sehingga meningkatkan kekebalan tubuh dan tak mudah terserang penyakit. (Foto: shutterstock)

Bungotoday.com – Menjaga pola makan dan asupan gizi seimbang sangat penting dilakukan sebagai upaya menjaga daya tahan tubuh, dimana system kekebalan tubuh yang kuat untuk menjalankan fungsi system imun secara normal agar tubuh bugar dan terhindar dari penyakit.

Mengonsumsi makanan bernutrisi yang kaya vitamin dan mineral seperti vitamin C mampu mendorong produksi antibodi supaya tubuh dapat melawan penyakit. Padahal ada vitamin dan mineral lain selain vitamin C yang juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh, berikut dilansir dari berbagai sumber.

Vitamin B6

Jenis makanan mengandung vitamin B6 yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. (Ist)

Vitamin yang juga biasa disebut pyridoxine adalah nutrisi yang sangat penting bagi fungsi darah, kulit, dan sistem saraf pusat. Vitamin B6 juga sangat penting untuk mendukung reaksi biokimia dalam sistem kekebalan tubuh.

Di dalam tubuh, vitamin B6 membantu tubuh memproses protein, karbohidrat, dan lemak yang masuk melalui makanan.

Ketika tubuh kekurangan B6, akan muncul ruam kulit, bibir pecah-pecah, lidah yang mengilap, suasana hati (mood) terganggu, kelelahan, nyeri saraf, dan kejang.


Jika Anda mulai merasakan gejala tersebut, cukup penuhi kebutuhan tubuh dengan sering makan ayam dan ikan seperti salmon dan tuna, serta beragam buah, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

Vitamin D

Untuk meningkatkan kekebalan tubuh, cukupi kebutuhan vitamin D yang bisa didapat dari susu, telur, paparan sinar matahari pagi (Foto:Ist)

Vitamin satu ini menjadi asupan vitamin yang paling gampang didapatkan untuk menjaga kekebalan tubuh. Dengan bangun pagi dan merasakan hangat sinar matahari, kebutuhan vitamin D bisa tercukupi.

Secara alami, vitamin ini bisa diproduksi dari kulit setelah terpapar sinar matahari. Dengan demikian, orang yang tinggal jauh dari garis khatulistiwa karena sedikit terpapar matahari langsung akan cenderung kekurangan vitamin D.

Kecuali jika mereka memiliki asupan makanan yang mengandung vitamin D secara cukup.

Melansir Healthline, sekitar 42 persen orang di Amerika Serikat mengalami kekurangan vitamin D. Jumlah ini meningkat menjadi 74 persen pada orang dewasa dan 82 persen pada orang dengan kulit gelap karena kulit mereka menghasilkan lebih sedikit vitamin D dalam merespons sinar matahari.

Berbeda dengan di Indonesia, keterpaparan sinar matahari belum menjadi kesadaran yang tinggi sebagai kebutuhan memenuhi vitamin D alami. Bahkan tak sedikit orang memilih menghindar dari paparan sinar matahari langsung dengan alasan takut hitam.

Padahal jika kekurangan vitamin D, tubuh akan rentan mengalami lemah otot, pengeroposan tulang atau osteoporosis, nyeri tulang dan punggung, gampang penyakit, dan rambut rontok.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Anda bisa mencukupi kebutuhan vitamin D dengan:

  • Berjemur matahari pagi selama 20-30 menit (minimal 2 kali seminggu)
  • Mengonsumsi susu sapi, susu kedelai, yogurt, telur, dan minyak ikan
  • Mengonsumsi makanan laut, seperti ikan sarden dan tuna

Zat Besi

Tempe adalah sumber zat besi yang bermanfaat untuk meningkatkan sel darah merah dan kekebalan tubuh. (Foto : Istock)

Berdasarkan penelitian WHO, kekurangan zat besi merupakan masalah bagi banyak orang, estimasinya sekitar 25 persen penduduk di seluruh dunia.

Jumlah ini naik menjadi 47 persen pada anak-anak prasekolah yang tidak diberi makanan kaya zat besi. Kemudian wanita yang sedang menstruasi dan wanita yang tengah hamil muda juga berpotensi kekurangan zat besi.

Konsekuensi yang paling sering muncul ketika kekurangan zat besi adalah anemia. Sebab jumlah sel darah merah dan kemampuan darah untuk membawa oksigen menurun.

Gejala lain yang biasa dirasakan sejumlah orang ialah kelelahan, tubuh terasa lemas, dan gangguan fungsi otak.

Untuk memenuhi kebutuhan zat besi, Anda bisa memperbanyak konsumsi makanan bersumber nabati seperti kacang kedelai yakni tempe dan tahu, kacang-kacangan, bayam, wijen, kentang, serta bersumber hewani seperti ikan, ayam, dan daging merah.

Namun, zat besi tidak bisa sembarangan dikonsumsi berlebihan jika tidak benar-benar dibutuhkan. Anda bisa mengimbangi dengan vitamin yang lain seperti vitamin C yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi.

Makan makanan kaya vitamin C seperti jeruk, kangkung, dan paprika di samping makanan kaya zat besi dapat membantu memaksimalkan penyerapan zat besi.

Magnesium

Pisang mungkin lebih dikenal kandungan potasiumnya yang tinggi, tetapi pisang berukuran sedang mengandung 32 mg magnesium, sekaligus vitamin C dan serat. (Foto:Istock)

 

Magnesium merupakan salah satu mineral utama yang terdapat dalam tubuh, yakni terletak di aliran darah, jantung, otot, dan tulang.

Tak banyak orang tahu bahwa magnesium merupakan zat penting yang berperan pada lebih dari 600 reaksi tubuh. Beberapa di antaranya sebagai penghasil energi, pembentuk protein, pemelihara gen, pengatur gerakan otot dan sistem saraf.

Karena tak banyak orang menyadari peran magnesium dalam tubuh, gejala kekurangan magnesium pun kerap disepelekan, seperti kehilangan nafsu makan, mual, diare, tubuh sering gemetar, kram otot, dan migrain.

Untuk menjaga agar tubuh tak defisit asupan magnesium, hindari mengonsumsi alkohol berlebihan. Selain itu, terapkan gaya hidup sehat serta mengonsumsi makanan seperti kacang-kacangan, gandum, alpukat, pisang, dan kentang.

Zinc

Makanan seafood seperti lobster, kerang, dan kepiting adalah sumber zinc atau seng yang sangat baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh. (Foto:Ist)

Zinc atau seng adalah mineral yang dikenal mampu menjaga kekebalan tubuh tetap kuat, melawan infeksi, dan mempercepat penyembuhan luka.

Kasus kekurangan zinc banyak terjadi di negara-negara berkembang karena asupan makanan yang berasal dari hewani tergolong rendah.

Kemampuannya dalam meningkatkan imunitas, menjadikan zinc sebagai pengobatan populer untuk pilek dan flu. Mengonsumsi makanan kaya zinc dapat meredakan pilek dan mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan atas pada anak-anak.

Jika digunakan sebagai obat topikal, zinc dapat dimanfaatkan untuk mengobati ruam popok serta iritasi kulit seperti borok dan jerawat.

Sumber makanan yang mengandung tinggi zinc antara lain daging merah, ayam, burung puyuh, bebek, kalkun, kerang, kepiting, lobster, yoghurt rendah lemak, susu, kacang almond, dan keju cheddar.

Vitamin E

Brokoli sarat dengan semua jenis nutrisi termasuk vitamin A, K, dan C, kalsium, dan antioksidan. Brokoli juga merupakan sumber vitamin E yang baik untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. (Foto: cellcode.us)

Kandungan vitamin E sangat penting bagi tubuh untuk menjaga sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat. Vitamin E mudah ditemukan di berbagai makanan dan sering ditambahkan ke produk makanan tertentu.

Tubuh sangat perlu meningkatkan sistem kekebalannya supaya dapat melawan serangan bakteri dan virus. Dalam hal ini, vitamin E membantu memperlebar pembuluh darah dan menjaga agar darah tidak membeku di dalamnya.

Selain itu, sel-sel dalam tubuh juga memerlukan vitamin E untuk berinteraksi satu sama lain dan untuk melakukan banyak fungsi penting.

Apabila kekurangan Vitamin E, tubuh akan merasakan gejala seperti refleks yang lambat, banyak bergerak atau sulit mengambil suatu benda, gangguan penglihatan, kesemutan atau mati rasa di bagian tubuh tertentu, pucat, dan mudah lelah.

Seperti halnya vitamin C, vitamin E yang mengandung antioksidan kuat. Karena itu, Anda perlu mengonsumsi makanan tinggi vitamin E seperti kacang tanah dan almond, gandum, telur, sayuran hijau seperti brokoli dan bayam, serta buah-buahan seperti kiwi, mangga, dan alpukat.

Itulah 6 jenis nutrisi yang bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Cara terbaik untuk mendapatkan vitamin dan mineral yakni menjalani pola makan sehat dan lengkap ketimbang mengonsumsi suplemen.

Daripada mengonsumsi suplemen atau pil kesehatan yang belum jelas komposisinya, lebih baik mengonsumsi makanan dari alam untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.(cnn)