
Muara Bungo – BPJS Kesehatan Muara Bungo bersama para awak media mengikuti Diskusi Publik Satu Dekade Jaminan Kesehatan Nasional via Zoom Meeting, Senin (30/1/2023). Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat kantor BPJS Kesehatan Muara Bungo.
Dalam diskusi publik secara virtual tersebut, Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Abdul Kadir dalam sambutannya mengatakan satu dekade ini merupakan kesempatan bagi BPJS Kesehatan melakukan evaluasi.
“Kesempatan bagi kita untuk evaluasi, refleksi diri, dan melakukan perbaikan bagaimana kedepannya BPJS Kesehatan,” ungkap Abdul Kadir.
Dia mengucapkan terima kasih kepada Presiden, Kemenkes, anggota DPR RI, dan semua pihak yang terlibat dalam transformasi BPJS Kesehatan.
“Kesempatan hari ini kita akan mendapatkan input dari pakar, anggota DPR dan lainnya, untuk memperbaiki diri,” katanya.
Dilanjutkannya, keluhan dari masyarakat akan pelayanan BPJS Kesehatan, termasuk dari fasilitas kesehatan yang ada merupakan acuan untuk memperbaiki program JKN. Dirinya mendukung penuh Kemenkes untuk memperluas pelayanan kesehatan.
Sementara itu, masih di tempat yang sama, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengungkapkan bahwa saat ini sudah sangat jarang didengar warga miskin tidak bisa berobat atau orang menjual aset untuk biaya berobat.
“Kalau dulu orang miskin di larang sakit, yang sakit jual aset. Berkat Program JKN hal tersebut sudah jarang terjadi,” imbuhnya.
Sejumlah capaian sudah diraih BPJS Kesehatan, hingga tahun 2022 jumlah peserta program JKN sudah mencapai 248.771.083 jiwa. BPJS Kesehatan beberapa tahun terkakhir juga tercatat surplus.
Namun demikian, Ali Ghufron mengatakan BPJS Kesehatan harus meningkatkan mutu layanan, memastikan tujuan utama dari penyelenggaraan Program JKN, yakni untuk membuka akses layanan kesehatan dan memberikan perlindungan finansial. (gie)







