Muara Bungo – Perilaku yang menyimpang pada anak makin marak terjadi. Kondisi ini tak boleh disepelekan, karena bisa berkembang menjadi tindakan kriminal.
Oleh karena itu, sebagai orang tua harus memahami penyebab dari terjadinya perilaku menyimpang ini serta cara mengatasinya. Seperti halnya yang disampaikan Kapolres Bungo AKBP Wahyu Bram.
“Lingkungan keluarga menjadi salah satu faktor yang paling berpengaruh, dalam mengawali terbentuknya perilaku menyimpang pada anak, Jadi harus ada ikatan emosional antara orang tua dan anak,” ujar Kapolres Bram, Kamis (14/7/2022).
Dijelaskannya, beberapa faktor yang membuat anak terjerumus menjadi penggunaan narkotika pada dasarnya dimulai dari pergaulan, bergaul dengan pengguna narkotika akan meningkatkan persentase kemungkinan seseorang yang tidak mengguna berubah menjadi seorang pengguna Narkoba diantaranya, yaitu:
• Kesibukan kedua orang tua yang harus bekerja dari pagi sampai malam karena tuntutan kebutuhan hidup (keluarga baik-baik).
• Anak bersekolah seperti biasa, namun di luar jam sekolah, karena kebutuhan teman, anak bergaul dengan anak yang lain.
• Anak yang berada di lingkungan yang buruk akan berteman dengan teman yang berprilaku buruk.
• Saat bergaul dengan teman yang berperilaku buruk, anak akan “terpaksa” melakukan perbuatan yang buruk karena kebutuhan sosialnya, kebutuhan memiliki teman.
• Tidak merusak, tidak hebat; tidak mencuri dianggap banci, dsb. perbuatan buruk di lingkungan yang buruk menjadi acuan kredibilitas status sosial anak.
“Selain faktor lingkungan keluarga, lingkungan sosial juga dapat memicu berkembangnya perilaku menyimpang pada anak. Biasanya akibat pergaulan yang tidak baik dengan teman sekolah atau teman sebaya di lingkungan tempat tinggal,” katanya.
Jadi kata Bram, beri kesibukan kepada anak, berupa kegiatan Extra Kurikuler yang digagas oleh pihak sekolah, kesibukan yang mendidik positif agar menghabiskan waktu, terutama diluar jam belajar sekolah, bila sudah seperti itu maka anak akan lebih terjaga terhadap pergaulan yang tidak benar.
“Upayakan untuk memperbanyak waktu luang bersama anak, sesibuk apa pun kita, diusahakan bisa memanfaatkan waktu untuk bertukar cerita. Tetap jalin komunikasi dengan guru sekolahnya dan harus ada jadwal harian bagi anak,” tutupnya. (hpb)








