Pemerintah Provinsi Jambi bersama Pemerintah Kabupaten Bungo, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dan masyarakat mendeklarasikan komitmen bersama untuk menolak segala bentuk aktivitas balap liar dan geng motor di Kabupaten Bungo.
Deklarasi dan penandatanganan komitmen bersama tersebut digelar di GOR Serunai Baru, Rabu (5/8/2026), dan dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, Kepala BNN Provinsi Jambi Brigjen Pol Asep Saepudin, Dansat Brimob Kombes Pol Budi Hidayat, Kasatgaswil Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Beri Diatra, Bupati Bungo Dedy Putra, Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat, Ketua DPRD Bungo Muhamad Adani, jajaran Forkopimda, serta sejumlah pejabat terkait.

Dari Polres Bungo turut hadir Wakapolres Bungo Kompol Aswindo Indriadi, Kabag Ops AKP Botben Mingan Pasaribu, dan Kasat Intelkam AKP Fajar Nugroho.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Sosialisasi Akbar Pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), edukasi mengenai True Crime Community (TCC), pencegahan perundungan, bahaya penyalahgunaan narkoba, serta pencegahan balap liar dan geng motor.
Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menegaskan kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai seremoni atau sosialisasi semata, melainkan harus diwujudkan melalui langkah nyata di lingkungan sekolah.
“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tataran sosialisasi semata, tetapi mampu melahirkan aksi nyata di setiap sekolah melalui penguatan pendidikan karakter, pembinaan siswa, peningkatan literasi digital, serta pengawasan yang berkelanjutan,” ujar Al Haris.
Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang aman dan positif bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun karakter.
“Mari kita jadikan sekolah sebagai tempat tumbuhnya generasi yang cerdas, berprestasi, berkarakter, sehat, serta memiliki semangat persatuan dan toleransi,” katanya.
Al Haris menegaskan Pemerintah Provinsi Jambi akan terus mendukung berbagai upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba, kekerasan, serta penyebaran paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat bersama-sama mencegah aksi balap liar dan geng motor yang berpotensi membahayakan pelaku maupun pengguna jalan lainnya.
“Dan satu lagi, ayo bersama-sama kita menolak adanya balap liar dan geng motor di lingkungan kita,” tegasnya.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Bupati Bungo, penandatanganan komitmen bersama menolak aktivitas balap liar dan geng motor, serta deklarasi relawan antinarkoba BNK Bungo.
Selanjutnya, para peserta mengikuti pemaparan materi mengenai pencegahan IRET, TCC, perundungan, bahaya narkoba, serta dampak negatif balap liar dan geng motor.
Sebagai bagian dari edukasi, peserta juga mendengarkan pengalaman seorang mantan narapidana kasus terorisme yang berbagi kisah agar para pelajar tidak mudah terpengaruh paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dunia pendidikan, dan masyarakat semakin kuat dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi muda, sekaligus mendorong mereka untuk mengembangkan potensi melalui kegiatan yang positif dan berprestasi. (hpb/btc)








