Jambi – Bupati Bungo H Mashuri menghadiri acara Pencanangan Gerakan Batanghari Bersih, di halaman Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (9/8/2022).
Bupati Mashuri juga ikut menandatangani MoU komitmen gerakan batanghari bersih yang diikuti seluruh kepala daerah se-Provinsi Jambi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi Sri Argunaini mengatakan acara ini bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan indeks kwalitas air sungai batanghari.
“Hari ini indeks kwalitas air sungai batanghari berada di tingkat 48,98 persen pada pengecekan tahun 2021,” ujar Kadis LH Sri.
Dari laporan Direktur Pengendalian Pencemaran Air Kementerian Lingkungan Hidup dan Kshutanan Nety Widayati mengungkapkan di beberapa titik pengecekan yang dilakukan hasilnya hampir semuanya menunjukkan air sungai batanghari dalam kondisi mutu cemar ringan.
“Mulai sekarang kita ubah perilaku terhadap air sungai batanghari agar kualitasnya menjadi lebih baik dan bisa dimanfaatkan oleh org banyak,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Jambi H Al Haris menuturkan bahwa sungai batanghari memiliki histor bagi masyarakat provinsi Jambi. “Sejak abad 7 lalu, sungai ini sudah menjadi peradaban, jalur perdagangan, prtahanan dan lain sebagainya,” ujar Haris.
Dipanjutkannya, panjang sungai batanghari 870 KM. 76 persennya melintasi wilayah Provinsi Jambi, selebihnya melintasi Provinsi Sumbar dan Riau.
“Saya dan kita smua yang ada disini minum air sungai batanghri. PDAM itu menggunakan air sungai batanghari,” tambahnya.
“Akankah kondisi ini kita biarkan terus tercemar, tentunya tidak. Kita harus ambil langkah dari sekarang. Sungai batanghari harus kita selamatkan. Kalau tidak kita ambil tindakan dari sekarang nantinya apa kata anak cucu kita,” sambung Al Haris.
Tercemarnya sungai batanghari juga berasal dari anak-anak sungai di sejumlah daerah yang mengalir ke sungai batanghari. (btc)













