Kabar Baik, Tak Ada Penambahan Kasus Positif Corona di 8 Provinsi

Ilustrasi.

Jakarta, bubgotoday.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengatakan per Minggu, 7 Juni 2020, ada 8 provinsi yang tercatat nol kasus positif baru Covid-19.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dalam konferesi pers secara virtual, Minggu (7/6/2020).

Kedelapan provinsi dengan nol kasus per hari ini adalah Aceh, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah. Selanjutnya, Sumatera Utara, Riau dan Nusa Tenggara Timur.

“Dari keseluruhan provinsi, 21 provinsi melaporkan kasus kurang dari 10 kasus, 8 di antaranya tidak ada kasus sama sekali. Contoh Kalimantan Tengah tidak ada kasus baru, 11 berhasil sembuh,” kata Yurianto.

Yuri melanjutkan, dari 34 provinsi di tanah air, kabar baiknya 21 provinsi mencatatkan kenaikan kasus positif di bawah 10 kasus pada hari ini. Beberapa di antaranya adalah Bangka Belitung dengan 4 kasus, DI Yogyakarta 2 kasus, Maluku Utara dan Papua Barat masing-masing hanya 1 kasus positif.

“Ini yang kemudian kita yakini sebagian masyakarakat kita telah memahami betul hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegah┬áCovid-19,” katanya.

Hingga Minggu, 7 Juni 2020, jumlah kasus positif Covid-19 di tanah air mencapai 672 kasus baru,
sehingga secara kumulatif mencapai 31.186 kasus positif.

Dari sisi jumlah orang yang sembuh bertambah 591 orang menjadi 10.498 orang. Sedangkan, jumlah yang meninggal naik 50 orang menjadi 1.851 orang.

Yuri tak hentinya juga mengingatkan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan secara ketat dalam menghadapi tatanan normal baru pada awal pekan depan, Senin, 8 Juni 2020.

“Menggunakan masker, rajin cuci tangan, jaga jarak, harus menjadi kebiasaan baru jika kita ingin aman dari Covid-19. Basis keluarga jadi faktor yang sangat menentukan,” ungkap Yuri.

“Kita melakukan ini bukan karena dianjurkan pemerintah, kita melakukan sepenuhnya kesadaran kita ingin aman dari Covid-19. Ini upaya kita untuk menghentikan penyebaran Covid-19 yang sampai saat ini masih terus terjadi,” ungkapnya. (cnbc)